Cerita Mitos Cara Menangkal Hujan Ala Negara Jepang

Setelah di post sebelumnya bumirejo.com membahas tentang cerita mitos cara menangkal hujan ala masyarakat Indonesia, kali ini kita beralih ke cara ala Jepang, salah satu negara termaju di kawasan benua Asia namun masih memegang sangat teguh tradisi nenek moyang. Contoh yang harus ditiru tuh!

Cara Menangkal Hujan Ala Negara Jepang

Masyarakat Jepang yang dari dulu terkenal sangat rajin dalam bekerja, mungkin hujan bisa jadi hambatan yang mengganggu aktivitas mereka. Seperti negara-negara lain di seluruh dunia, Jepang pun mempunyai cerita mitos tersendiri. Termasuk cara menangkal hujan ala Jepang dengan boneka Teru Teru Bozu yang wujudnya seperti gambar di bawah ini.
boneka jepang teru teru bozu buat penangkal hujan
Yup, nama bonekanya adalah Teru Teru Bozu yang artinya Teru = cahaya / terang, Bozu = botak. Boneka ini bisa dibuat dengan tangan sendiri dari kain putih atau tisu. Dibuat sedemikian rupa dan setelah jadi kemudian digantungkan di luar jendela rumah. Boneka ini oleh masyarakat Jepang dipercaya mempunyai kekuatan magis untuk menangkal hujan.

Aturan Prosesi Menangkal Hujan Ala Jepang Dengan Boneka Teru Teru Bozu

Dalam tahap menggantungkan boneka Teru Teru Bozu, tidak dilakukan asal-asalan. Proses tersebut harus sambil diiringi sebuah nyanyian yang fungsinya buat semacam mantra. Ingin tau lagunya seperti apa? Di bawah ini adalah syair lagu tersebut:
てるてるぼうず,てるぼうず明日天気にしておくれいつかの夢の空のように晴れたら金の鈴あげよ
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Itsuka no yume no sora no yō ni
Haretara kin no suzu ageyo
てるてるぼうず,てるぼうず明日天気にしておくれ私の願いを聞いたなら甘いお酒をたんと飲ましょ
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Watashi no negai wo kiita nara
Amai o-sake wo tanto nomasho
てるてるぼうず,てるぼうず明日天気にしておくれもしも曇って泣いてたらそなたの首をちょんと切るぞ
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Moshi mo kumotte naitetara
Sonata no kubi wo chon to kiru zo
Lagu tersebut berbahasa Jepang, bila di translate ke bahasa  Indonesia kira-kira begini:
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Seperti langit dalam mimpi
jika cuacanya cera Saya akan memberikan Anda bel emas
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Jika Anda ingin membuatnya menjadi kenyataan
Kami akan banyak minum sake manis
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Tetapi jika mendung dan anda menangis (hujan)
Lalu aku akan memotong putus kepalamu.

Sejarah Lagu Teru Teru Bozu 

Lagu Teru Teru Bozu ditulis oleh Kyoson Asahara dan disusun oleh Shinpei Nakayama, dirilis pada 1921. Seperti banyak sajak kanak-kanak, lagu ini dikabarkan memiliki sejarah yang lebih gelap daripada yang pertama kali muncul. Diduga berasal dari sebuah kisah tentang seorang biksu yang berjanji pada petani untuk menghentikan hujan dan membawa cuaca cerah selama periode berkepanjangan hujan yang merusak tanaman.
Ketika biarawan gagal untuk membawa sinar matahari, ia dihukum mati. Namun, percaya cerita ini dan lain-lain mengenai asal-usul Teru Teru bozu mungkin berasal dari tradisi lama setelah menjadi luas, kemungkinan besar dalam upaya untuk memperbaiki Citra boneka. Hal ini lebih mungkin bahwa “bōzu” dalam nama tidak menunjuk rahib Buddha yang sebenarnya, tetapi bulat, botak rahib-seperti kepala boneka, dan “Teru Teru” bercanda merujuk pada efek cahaya matahari terpantul sebuah botak.
Teru teru bōzu menjadi populer selama periode Edo, anak-anak membuat teru-teru-bōzu dari kertas tisu atau kapas dan benang/senar dan menggantungkan boneka ini di jendela karena ingin cuaca yang cerah, sering dilakuan sebelum hari piknik sekolah. 

Aturan Lain Dalam Prosesi Ini

Menggantungkan boneka yang dinamai Teru Teru Bozu dalam keadaan berdiri sambil diiringi lagu, oleh masyarakat Jepang dipercaya sebagai ‘doa’ untuk menangkal hujan. Namun bila menggantung bonekanya terbalik atau bagian kepala di bawah, maka artinya pun menjadi sebaliknya yaitu justru mengundang hujan. Makanya jangan sampai salah dalam memposisikannya.
Begitulah salah satu cerita mitos dari negara paling maju di Asia tapi masih memegang teguh budaya tradisi nenek moyang. Untuk mengetahui mitos Jepang lainnya, silakan baca Orang Jepang Mengucapkan Salam Harus Diulang Dua Kali dan Adat Tata Cara Makan Jepang Yang Berbeda Dengan Indonesia.

phone terms:

wr3d mod by vikas, coolpad 8298-100 specification, huawei cun u 29 price in bangladesh, nba 2k16 android highly compressed, wwe 2k15 android ppsspp 4shared com, coolpad 8298-100 specifications, akun ca tidak terpakai

Tags: #berita unik #mancanegara #mitos

Arti baper, mager, dan gabut atau magabut
Arti baper, mager, dan gabut atau magabut
Arti baper, mager, dan gabut atau magabut.
Kumpulan aplikasi nokia lumia 520 terbaik
Kumpulan aplikasi nokia lumia 520 terbaik
Update : Daftar kumpulan aplikasi terbaik untuk
Ideku untuk PLN: dari listrik pintar sampai internet pintar
Ideku untuk PLN: dari listrik pintar sampai internet pintar
Dari Desa Bumirejo Kecamatan Ulujami, Pemalang –
Kamus bahasa gaul anak muda sekarang lengkap beserta artinya
Kamus bahasa gaul anak muda sekarang lengkap beserta artinya
Kamus bahasa gaul anak muda sekarang lengkap
Must read×

Top