Cerita Asal-usul Kehidupan Manusia Pertama Versi Filipina

Cerita asal-usul kehidupan manusia pertama – memang telah menjadi misteri sepanjang sejarah. Manusia memang makhluk cerdas, dia bisa memikirkan dan mempertanyakan akan asal-usul dirinya sebelum dirinya sendiri ada. Namun, sampai saat ini belum bisa menemukan satu jawaban yang pasti yang bisa diterima oleh manusia secara keseluruhan. Dalam konteks agama terutama agama samawi, adanya kehidupan manusia adalah hasil ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tapi, ada saja golongan yang tidak sependapat dengan pemahaman ini, mereka mencari jawaban dari bidang sains dan lain sebagainya yang menurut mereka bisa memuaskan rasa penasaran keingin-tau-annya. Bahkan ada pula yang mencari jawaban hanya berdasarkan daya nalarnya masing-masing yang kemungkinan nalar tersebut bagi nalar orang lainnya sangat tidak masuk akal. Atau pula mencari jawaban hanya sekedar tanya pada orang tua yang diceritakan secara lisan turun temurun. Perbagai cerita bermacam-macam versi pun akhirnya tercipta. Dan berikut adalah Cerita Tentang Asal-Usul Kehidupan Manusia Pertama Versi Negara Filipina. Pada dasarnya cerita dari Negara Filipina ini hampir sama dengan cerita asal-usul manusai pertama tentang Adam dan Hawa. Perbedaannya terdapat pada nama, yaitu: Malakas dan Maganda. Dan kemunculan kedua manusia ini ada erat kaitannya dengan pohon bambu. Perlu diketahui bawa bagi Negara Filipina, Pohon bambu adalah lambang kehidupan. Pada dahulu kala, tidak ada tanah. Yang ada hanyalah laut dan langit. Dan seekor burung yang terbang melayang kesana-kemari hingga akhirnya kelelahan dan ingin istirahat. Namun dia tidak bisa menemukan tanah yang bisa dijadikan tempat untuk istirahatnya. Karena burung tersebut pintar, dia bisa membuat laut melemparkan batu ke atas langit. Maka langitpun berubah menjadi sangat gelap dan di permukaan laut muncul mulai muncul pulau-pulau. Hujan akhirnya turun sangat lebat tidak seperti biasanya membuat burung sangat ketakutan dan dia terbang secepat yang dia bisa hingga akhirnya merasa kehausan. Dipandangnya tanah pulau-pulau itu, yang ada hanyalah tumbuhan hijau pohon bambu. Burung tersebut tidak bisa menghilangkan rasa hausnya dengan minum air laut karena rasanya asin. Oleh karenanya dia mencari anak sungai, namun sayang tidak ada satupun dia dapatkan. Hingga akhirnya dia menyadari bahwa di sendi-sendi pohon bambu tersimpan air yang bisa untuk melepaskan rasa hausnya itu. Maka dia mulai hinggap dan mematuk-matuk batang pohon bambu. Tiba-tiba dari dalam batang terdengar suara lemah, ” Ayo lebih keras lagi patukannya, lebih keras lagi !”. Suara itu membuat burung sangat ketakutan dan hendak pergi terbang menjahuinya. Namun rasa penasaran ingin tau sebenarnya apa suara itu, membuat burung itu mulai mengumpulkan keberaniannya untuk mematuk lagi dan lagi. Saat dipatuk lagi, suara lemah itu pun terdengar lagi membuat burung makin penasaran dan mulai mematuk dengan sekuat tenaga. Namun apa daya, patukannya itu gagal juga. Burung itu tak kehabisan ide, akhirnya dia menyambar sebuah batu yang berada di dekatnya untuk dijatuhkan pada batang pohon itu. Batang pohon bambu pun akhirnya pecah dan terbalah. Dengan sekejap mata, tampaklah seorang laki-laki yang sedang membungkuk sopan di depan sang perempuan. Dan sang perempuan memberikan pengakuan kepada laki-laki kemudian mereka melangkah keluar dari dalam batang pohon bambu tersebut dengan bergandengan tangan. malakas dan maganda Kemunculan kedua manusia itu membuat burung takut dan terbang menjauh pergi. Burung tersebut tidak menyadari bahwa dia lah yang melihat manusia pertama bahkan tak menyadari pula bahwa dia telah berperan dalam penciptaan manusia itu. Begitulah Cerita Asal-Usul Kehidupan Manusia Pertama Versi Filipina. Tambahan: Menurut beberapa sumber lagi, pohon bambu tersebut sebenarnya di tanam oleh Dewa Kaptan untuk merawat keindahan surga. Namun pohon tersebut saling jatuh cinta, sayangnya karena masih ada kaitan persaudaraan berarti mereka tidak boleh menikah. Mereka pun meminta saran pada ikan tuna, burung merpati, dan bumi. Saran terakhir mengatakan bahwa “dunia haruslah dihuni manusia,” maka mewujudlah mereka menjadi manusia, dan akhirnya mereka pun menikah dan menetap di bumi. ( Piper, 1992 : 62-64 ).

phone terms:

download game ppsspp mortal kombat shaolin monks cso, cara mendapatkan skin yun zhao, p4ever wwe 2k17, aplikasi komik hentai, skin alucard musim 2, huwai phone kll l21 bd price, huawei kll l21 bdt

Tags: #mitos

Arti baper, mager, dan gabut atau magabut
Arti baper, mager, dan gabut atau magabut
Arti baper, mager, dan gabut atau magabut.
Kumpulan aplikasi nokia lumia 520 terbaik
Kumpulan aplikasi nokia lumia 520 terbaik
Update : Daftar kumpulan aplikasi terbaik untuk
Ideku untuk PLN: dari listrik pintar sampai internet pintar
Ideku untuk PLN: dari listrik pintar sampai internet pintar
Dari Desa Bumirejo Kecamatan Ulujami, Pemalang –
Kamus bahasa gaul anak muda sekarang lengkap beserta artinya
Kamus bahasa gaul anak muda sekarang lengkap beserta artinya
Kamus bahasa gaul anak muda sekarang lengkap
Must read×

Top