Business Tour Modal Rp50.000,- Sehari Balik Modal Dua Kali Lipat

Hai gan, kalian sudah sering baca di internet kan tentang kisah kesuksesan orang yang dulunya memulai bisnis dengan tanpa modal? Banyak memang cerita begituan. Tapi yang perlu agan ketahui adalah bahwa orang tersebut benar-benar berjuang sekuat tenaga siang dan malam bahkan bersabar untuk bisa meraih apa yang diimpikannya. Jadi cara kasarnya kita bisa bilang mereka modal dengkul. Beda dengan tulisan saya kali ini. Saya ingin menuliskan cerita saya coba-coba mencari tambahan penghasilan dengan memanfaatkan hari libur. Melepaskan penat bekerja selama 6 hari, dengan jalan-jalan ke tempat yang saya sukai. Sambil cuci mata saya juga nyari duit hehe, #eh maksudnya disini bukan nyari duit punya orang yang hilang atau jatuh di jalan kemudian dipungut ya. Dengan modal seminim mungkin yaitu Rp50.000,- dengkul saya tidak merasa bekerja, pikiran senang dan yang bikin saya bahagia malamnya langsung balik modal sebesar Rp100.000,-. Enak kan? Penasaran apa saja yang saya lakukan pada hari itu? Baca terus sampai habis ya… 

Awalnya Terinspirasi Dari Yamaha Fino

Berawal dari tidak sengaja nonton video diatas pada sabtu malam. Saya sangat setuju banget kalau di Jakarta sangat susah kalau harus ditantang “Apa saja yang bisa dilakukan dengan uang Rp50.000,- dalam waktu sehari penuh” Karena saya sendiri juga tinggal di ibu kota ini, jadi tau bahwa biaya hidup di sini lebih tinggi dari pada kota-kota lainnya. Padahal saya adalah warga kelas menengah ke bawah loh, apa lagi kalau buat kelas mengah ke atas ?! Untungnya dalam video itu pakai Yamaha Fino yang terkenal irit bensin, jadi jalan kemanapunasyik karena budget buat transportasi bisa ditekan. Tapi bagaimana dengan saya yang tidak mempunyai kendaraan seirit Yamaha Fino? Ah pasti hidup lebih berat dan saya hanya bisa menggerutu “Ya jelas bisa jalan kesana kesini bebas seperti tanpa beban lah, pakainya motor irit gitu.” Pokoknya semakin banyak muter ulang video, saya semakin gregetan. Tapi dalam hati iri juga sih dan membayangkan seandainya memilikinya.
Ujung-ujungnya jadi mikir deh buat nabung ngumpulin duit dan hidup hemat.  #kata emak iri itu boleh saja asal buat cambuk untuk memajukan diri ke hal yang positif hehe. Ok deh mulai gajian depan harus nabung, nabung, dan nabung.  Lagian kalau punya Yamaha Fino kan emang malah bisa irit kalau mau pergi kemana-mana.
Ok realistis, gaji saya sedikit. Itu berarti harus butuh waktu lama untuk bisa mencapai target. Makanya mikir…mikir… Kayaknya biar impian saya lebih cepat terealisasi, mau tidak mau harus mencari penghasilan tambahan mengingat kualitas diri dan sulitnya untuk mencari pekerjaan lain yang gajinya lebih tinggi.
Akhirnya nemu jalan juga. Saya ingat pelajaran waktu SMP dulu. Kayaknya ada deh sejenis rekreasi yang sambil menikmati perjalanan juga sambil nyari duit. Kalau tidak salah namanya bussiness tour. Jadi sambil plesiran kita bisa sambil dagang atau membeli souvenir yang kemudian di tempat lain dijual lagi dengan selisih harga yang lebih tinggi. Kira-kira begitu artinya kalau berdasarkan seingat saya. Tapi kalau salah, mohon maaf ya… yang penting disini saya sudah dapat ide hehe.

Memilih Jenis Bussiness Tour Yang Tepat Sesuai Hobi

Jadi disini saya sudah mantap. Duit Rp50.000,- akan saya gunakan untuk modal beginian. Dari pada cuma cukup buat makan mending digandakan. Apalagi gandakanya sambil rekreasi. Yang penting bukan pakai ilmu gaib haha.    
Ok saya sadar bahwa mempraktekkannya pasti lebih sulit dari pada teorinya. Apalagi ide saya masih belum begitu detail apa dan di mana tempat rekreasi untuk beraksi.    
Harus kah duit modal segitu saya belanjakan mie cup dan kopi kemudian saya jajakan keliling di Monas? Ah kalau di Monas sih sudah bosan. Apalagi kalau harus keliling-keliling begitu, yang berarti itu artinya dengkul saya bekerja. Belum lagi kalau seandainya terjadi kemungkinan yang benar- benar tidak terduga. Tiba-tiba breggg, ketemu mantan !.  Ya bukan masalah malu atau gengsi anjlok sih. Biar bagaimanapun dagang seperti itu halal kok. Tapi yang jadi masalah adalah takutnya si mantan ngerayu minta balikan mie dan kopi gratis. Nah loh jadi berantakan kan semua yang sudah direncanakan. Jadi mending cari ide yang lain saja.
Sambil mencari ide lain, saya putar lagi video yg kalau dipikir-pikir ada efek positifnya juga ke saya. Tepat di menit ke sekian saya nemu tulisan tempo doeloe… Iyaaa, saya juga sangat suka sama hal-hal yang berbau jadul. Saya juga gabung beberapa grup di facebook yang khusus bahas beginian. Jadi  kemungkinan saya akan beraksi tidak jauh-jauh dari hal ini.
Tapi lagi-lagi budget transportasi  buat hunting lokasi menjadi kendala cukup besar. Modal cuma lima puluh ribu plus tanpa motor irit itu artinya ruang lingkup daerah jelajahan terbatas. Paling banter ya ke Pasar Poncol.    
Oh ya bagi yang belum tau, Pasar Poncol adalah pasar tradisional yang terletak di Jl. Kalibaru Timur. Pasar ini buka siang antara jam 07.00 – 18.00 wib. Disini kita bisa beli barang bekas dan ataupun baru ( kebanyakan bekas sih ) dengan harga sngat murah. Selain itu di pasar ini kita juga bisa menemukan benda-benda unik, barang antik dan kuno. Harganya standar barang bekas, alias sangat murah. Makanya kalau punya hobi itu yang sederhana saja. Jadinya kan bisa juga menikmati tempat-tempat beginian hehe.
Pasar Poncol Senen Tujuan Destinasi Saya
Ok saya ambil ide yang kedua ini. Disana saya akan muter-muter siapa tau nemu benda antik murah
Mengenai cara menjualnya juga gampang kok, yaitu lewat online saja. Sekarang kan lagi keren-kerennya tuh jual beli online. Oh ya di grup Facebook yang saya sebutkan tadi biasanya buat lapak dadakan dan terjadi juga transaksi jual beli disana. Kalau jual di grup tidak laku, kita bisa kontak langsung toko online yang khusus jual beli barang kuno. Mereka biasanya menerima pembelian juga kok. Caranya pakai google. Misalkan kita mau jual uang kuno, ya tinggal tulis kata kunci “jual beli uang kuno”. Setelah klik pasti ketemu juga kok tokonya. Banyak malahan jumlahnya. Jadi gak usah kuatir gak laku atau gak balik modal.  
Ok cerita mengenai pencarian ide selesai disini. Selanjutnya akan saya ceritakan Business Tour ala saya hehe.

Cerita Saya Mendayagunakan Uang Rp50.00,- Selama Sehari.

Pukul 09.00 WIB 
Hari ini saya bangun kesiangan, pukul 09.00 WIB, karena semalam begadang nonton piala dunia. Kebiasaan anak perantau yang tinggal di kontrakan, rutinitasnya adalah mencuci pakaian dan bersih-bersih kamar yang seminggu gak disapu. Ritual mingguan yang sangat bikin malas tapi sebetulnya  kalau sudah selesai dikerjakan rasanya plong kayak gak punya utang ini memakan waktu kurang lebih satu jam. Jadi sekitar jam sepuluh lebih baru bisa mandi dan siap berangkat ke Poncol.
Pukul 10.15 WIB
Sebelum berangkat nyari sarapan dulu. Karena saya aslinya orang Pekalongan dan makan khas kampung saya megono, jadi saya lebih suka sarapan pakai itu. Ditambah lagi deket kontrakan ada yang jual makanan yang terbuat dari nangka muda tersebut. Buat saya makan nasi megono itu tambah enak kalo minumnya teh tawar anget. Lebih dari sekedar mak nyuss di lidah saya. Seporsi nasi megono seharga Rp5.000,- murah meriah kan. Jadi modal saya sisa Rp45.000,-
Pukul 10.30 WIB 
Saya tinggal di jalan Sunter Jaya, Bak Air. Untuk menuju Poncol kalau tidak pakai motor sekeren Yamaha Fino alternatif lainnya naik angkot Metromini 24. Ongkosnya jauh / dekat sama, yaitu 3000. Otomatis modal berkurang menjadi Rp42.000,- Di jalan macet banget, ah siapa sih yang gak tau Jakarta.
Pukul 12.00 WIB
Akibat macet itulah jadi samapai ke tujuan jam 12.00 WIB. Turun pas di rel kereta. Waktu mau menyebrang tiba-tiba saya ketemu teman lama yang sekarang tinggal di sekitar situ. Apakah Jakarta cuma selebar daun kelor ? Dia menawarkan saya untuk main ke tempatnya. Dalam hati sih sebenarnya mikir kalau saya terima tawarannya, ntar rencana saya berantakan gimana? Belum selesai mikir, dia asal maksa begitu saja. Katanya saya sombong lah, gak mau kenal lagi lah. Akhirnya apa boleh buat saya terima saja tawarannya.
Sesampainya di rumanya dia menawari makan siang. Tapi saya tolak dengan halus, kan sudah janji, bahwa seharian ini batas limit saya Rp50.000,-. Kalau ditraktir makan, berarti ada tambahan modal dari dia dong. Sambil menemani ngobrol ngalor ngidul, saya paketkan internet pada handphone yang sebelumnya saya beli pulsa senilai 5000 tapi harganya Rp6.000,-. Otomatis sisa modal jadi Rp36.000,- Selama diajak ngobrol, mata saya tetap melototin ponsel. Tau gak apa yang saya lakukan? melihat-melihat di grup facebook kira-kira benda apa yg sedang laku. Ternyata eh ternyata barang yang sedang hot adalah stiker dan uang kuno.
Pukul 14.00 WIB 
Setelah dua jam bersilaturahmi, tepat jam dua siang saya kembali menuju tujuan utama saya, yaitu Poncol. Disana tampak dari depan saja sudah terasa aroma jadulnya, karena saya langsung disambut oleh pedagang seperti gambar di bawah ini.
Masuk ke dalam saya nyari yang jualan uang kuno. Tapi gak nemu, mungkin penjualnya sudah tau kali kalo dijual disini harganya anjlok. Tapi gak apa-apa lah, masih bisa lihat-lihat yang lainnya.
Setelah keliling sana -sini akhirnya nemu seorang penjual yang sudah tua. Lapak dagangannya ada beberapa macam barang elektronik yg sudah lewat masa kejayaannya :p Salah satunya kamera jadul. Meskipun jadul tapi bentuknya cukup trendy, kecil dan panjng. Akhirnya saya beli itu seharga Rp25.000,- melalui tawar menawar yg cukup lama. Jadi sisa modal tinggal Rp11.000,-
Setelah dapat barang dan lapak-lapak satu persatu sudah mulai tutup serta perut sudah keroncongan minta makan, akhirnya saya cari warteg. Makan sederhana saja, habis Rp8.000,- Sisa modal Rp3.000,-
Pukul 17.00 WIB
Habis makan, enaknya ya istirahat leyeh-leyeh. Kalau dikawasan sini tempat yg  paling enak adalah di Monumen Perjuangan Senen. Halamannya luas dan banyak orang juga sedang nongkrong di situ.
Sambil istirahat saya upload foto kamera tersebut ke facebook untuk ditawarkan. Habis itu, rencananya mau pulang saja.
Pukul 19.00 WIB
Naik angkot lagi, ongkosnya Rp3.000,- Sudah deh duit modal habis tanpa sisa alias Rp0,-  Sudah gak bisa kemana-mana lagi selain pulang dan mandi. Cari hiburan selanjutnya nonton Tv saja sambil ngumpulin tenaga buat besok hari senin siap-siap kerja lagi. Makan malampun untungnya ada biskuit di rumah.
Pukul 20.30 WIB Sambil sesekali cek postingan di grup, akhirnya dapat notifikasi barang saya ada yang nawar. Dengan jurus merayu maut, akhirnya dia mau beli seharga Rp100,000- tapi lokasi dia di Bogor dan ongkos kirim saya yang nanggung.  
Pukul  21.00 WIB
Jam sembilan malam dia transfer pembayarannya. Otomatis transaksi sudah sah. Saya pun berkewajiban untuk packing nyari kardus dan besok disela jam istirahat kerja menuju ke jasa pengiriman paket.   
Kira-kira begitulah menurut saya, di Jakarta duit lima puluh ribu paling maksimal ya mentok di situ. Beda lagi kalau ditunjang ada kendaraan sekeren dan seirit Yamaha Fino, pasti ceritanya akan lebih indah, variatif, banyak daerah yang bisa dijelajahi, dan tentunya hasil keuntungannya lebih banyak *mata duit mode on*

phone terms:

www sahadikr in, honor mobile titaloo, huawei cun29 price in bangladesh, highly compressed android games under 10mb, cara cheat capsa susun topfun, winning eleven apk, huawei hw-scl-l32 price in pakistan

Tags: #lokal #tips dan trik

Arti baper, mager, dan gabut atau magabut
Arti baper, mager, dan gabut atau magabut
Arti baper, mager, dan gabut atau magabut.
Kumpulan aplikasi nokia lumia 520 terbaik
Kumpulan aplikasi nokia lumia 520 terbaik
Update : Daftar kumpulan aplikasi terbaik untuk
Ideku untuk PLN: dari listrik pintar sampai internet pintar
Ideku untuk PLN: dari listrik pintar sampai internet pintar
Dari Desa Bumirejo Kecamatan Ulujami, Pemalang –
Kamus bahasa gaul anak muda sekarang lengkap beserta artinya
Kamus bahasa gaul anak muda sekarang lengkap beserta artinya
Kamus bahasa gaul anak muda sekarang lengkap
Must read×

Top